Nasionalisme Modern: Bagaimana Mahasiswa Menjawab Tantangan Zaman

Nama: Wahyu Adi Suryo

NIM: 43125010214



Abstrak



Nasionalisme modern merupakan bentuk kecintaan terhadap bangsa yang tidak hanya berorientasi pada simbol dan sejarah masa lalu, tetapi juga mampu menjawab berbagai tantangan global yang dihadapi Indonesia saat ini. Mahasiswa sebagai generasi intelektual muda memiliki peran strategis dalam menjaga eksistensi bangsa melalui kontribusi nyata di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, sosial, dan budaya. Tulisan ini membahas makna nasionalisme modern, tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia di era globalisasi, serta strategi yang dapat ditempuh mahasiswa untuk menjawab tantangan tersebut. Diharapkan gagasan ini mampu memberikan inspirasi bagi mahasiswa agar tidak hanya berwawasan global, tetapi juga tetap berakar kuat pada identitas nasional.


Kata Kunci: Nasionalisme modern, mahasiswa, globalisasi, tantangan zaman, peran generasi muda





Pendahuluan



Perkembangan zaman ditandai oleh globalisasi, digitalisasi, dan kemajuan teknologi yang membawa dampak besar terhadap kehidupan sosial, ekonomi, politik, dan budaya suatu bangsa. Di satu sisi, globalisasi membuka peluang bagi bangsa Indonesia untuk berinteraksi lebih luas dengan dunia internasional. Namun, di sisi lain, arus globalisasi juga berpotensi melemahkan identitas nasional jika tidak disikapi dengan bijak.


Nasionalisme modern hadir sebagai jawaban atas tantangan tersebut. Berbeda dengan nasionalisme klasik yang cenderung menekankan pada perjuangan fisik melawan penjajahan, nasionalisme modern menuntut generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk berperan aktif dalam menjaga kedaulatan bangsa melalui kontribusi intelektual, teknologi, dan kreativitas. Dengan demikian, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral sekaligus historis untuk tetap menumbuhkan rasa cinta tanah air yang relevan dengan konteks zaman.





Permasalahan



  1. Bagaimana makna nasionalisme modern dalam konteks globalisasi?
  2. Apa saja tantangan zaman yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini?
  3. Bagaimana mahasiswa dapat menjawab tantangan tersebut melalui peran nyata?






Pembahasan




1. Makna Nasionalisme Modern



Nasionalisme modern adalah bentuk kecintaan pada bangsa yang diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam pembangunan dan menjaga eksistensi Indonesia di tengah persaingan global. Nasionalisme ini tidak hanya diwujudkan dalam simbol-simbol seperti bendera atau lagu kebangsaan, tetapi juga dalam sikap, perilaku, dan kontribusi nyata terhadap bangsa.


Bagi mahasiswa, nasionalisme modern berarti menggabungkan semangat kebangsaan dengan kemampuan akademik, keterampilan teknologi, serta sikap kritis yang mampu menjawab tantangan global.



2. Tantangan Zaman bagi Bangsa Indonesia



Beberapa tantangan besar yang dihadapi Indonesia di era modern antara lain:


  • Globalisasi budaya yang dapat mengikis identitas nasional.
  • Kemajuan teknologi dan digitalisasi yang menuntut peningkatan literasi digital.
  • Persaingan ekonomi global yang menuntut kualitas sumber daya manusia unggul.
  • Isu lingkungan seperti perubahan iklim, polusi, dan krisis energi.
  • Disintegrasi sosial akibat intoleransi, hoaks, dan ujaran kebencian di ruang digital.



Jika tidak disikapi secara bijak, tantangan ini dapat melemahkan semangat kebangsaan dan memperburuk kondisi bangsa.



3. Peran Mahasiswa dalam Menjawab Tantangan



Mahasiswa memiliki posisi istimewa karena dianggap sebagai agen perubahan (agent of change), penjaga moral (guardian of value), dan calon pemimpin bangsa (future leader). Beberapa langkah yang dapat ditempuh antara lain:


  • Meningkatkan literasi digital: Mahasiswa harus kritis dalam menerima informasi, mampu melawan hoaks, dan menggunakan media sosial untuk menyebarkan nilai positif kebangsaan.
  • Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi: Mahasiswa perlu memanfaatkan perkembangan teknologi untuk berinovasi, menciptakan karya, dan berkontribusi dalam pembangunan nasional.
  • Menjaga identitas budaya: Dengan tetap melestarikan budaya lokal sekaligus mampu menampilkan kebudayaan Indonesia di kancah internasional.
  • Keterlibatan dalam isu sosial: Mahasiswa harus peka terhadap permasalahan sosial di masyarakat, seperti kesenjangan ekonomi, pendidikan, dan lingkungan, serta aktif memberikan solusi.
  • Menumbuhkan sikap toleransi dan persatuan: Nasionalisme modern menuntut mahasiswa menjaga keragaman Indonesia agar tetap harmonis.



Dengan langkah-langkah ini, mahasiswa dapat membuktikan bahwa nasionalisme modern tidak berhenti pada semangat, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata.





Kesimpulan



Nasionalisme modern merupakan wujud cinta tanah air yang relevan dengan perkembangan zaman. Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa dituntut untuk menjawab berbagai tantangan global seperti arus budaya asing, perkembangan teknologi, dan isu sosial-ekonomi. Melalui penguasaan ilmu pengetahuan, literasi digital, kepedulian sosial, serta sikap toleransi, mahasiswa dapat menjaga eksistensi nasionalisme di era modern. Dengan demikian, nasionalisme tidak hanya menjadi retorika, melainkan kekuatan nyata dalam membangun bangsa.





Saran



Mahasiswa perlu terus meningkatkan kompetensi akademik sekaligus membangun karakter nasionalis yang sesuai dengan konteks modern. Pemerintah dan institusi pendidikan juga diharapkan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berinovasi, berpartisipasi dalam isu-isu nasional, serta memperkuat pendidikan kebangsaan agar nilai-nilai nasionalisme tetap relevan sepanjang masa.





Daftar Pustaka



  • Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) SMA/MA/SMK. Jakarta: Kemendikbudristek.
  • Hidayat, R. (2020). Nasionalisme di Era Globalisasi. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 10(2), 45–56.
  • Nugroho, A. (2019). Peran Mahasiswa dalam Menjawab Tantangan Global. Jurnal Sosial Humaniora, 8(1), 12–23.
  • Smith, A. D. (2001). Nationalism: Theory, Ideology, History. Polity Press.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

TUGAS MANDIRI 5

TUGAS MANDIRI 4